SanG PenyelamaT

untuk-blog.jpg

 

SANG PENYELAMAT

Aku hanya Selembar kain
Segi empat tidak terlalu lebar
Hargaku juga hanya sepuluh ribu saja

Aku menghiasi kepala beberapa wanita
Dan mereka menamaiku Bando dan Bandana

Kadang juga aku menghiasi leher jenjang seorang wanita
Simpulku berpita tampak indah di leher yang jenjang itu

Tak Jarang juga aku menghiasi pinggang yang ramping
Sebagai …. ikat pinggang melingkar indah di pinggang yang ramping itu

Para wanita itu memakaiku hanya sebagai hiasan
Yah … fungsiku hanya sebagai hiasan badannya saja

Mereka kurang paham
Bahwa aku
Selain sebagai hiasan yang memperindah penampilannya
Aku juga dapat menyelamatkan

Ya …. aku dapat menyelamatkan seorang wanita
Dari siksaan yang pedih apabila aku digunakan
sebagai penutup aurat

Ya … aku bisa sebagai penutup aurat
Para wanita itu
akan menjaga akhlak dan perbuatannya

Bahkan aku juga sebagai penyelamat
Ketika seorang wanita tidak bisa menata
rambutnya dengan pantas
Bahkan ketika wajahnya kuyu aku
menyelamatkan
dengan warna warna ku yang cerah
Sehingga wajah yang kuyu itu menjadi sedikit bersinar karena ku

Ya … aku bisa menyelamatkan penampilannyadi dunia
Maupun menyelamatkan hidup abadinya dia di “sana”
Ya … akulah selembar jilbab

Ratih Sanggarwati
Yogyakarta 2 oktober 2004

Puisi ini diambil dari kumpulan puisi hati by Ratih Sang “Bila Ibu Boleh memilih”

5 Komentar

  1. fan RJ  

    17 May 2008 - 2:04 am

    bun, thanks udah posting puisi ini. assalamulakum wr wb…

    aku salah satu yg ‘baru’ berjilbab. dr awal mrs blum ‘mantap’ iman & ilmu, tp dr awal itu jg udah ada niat pgn jd lbh baik di mata Allah. disuatu kesempatan, aku niat…akhirnya Allah mengabulkan maka terjadi lah…aku berjilbab ‘dg msh penuh kekurangan’. di awal pakai ‘lumayan’ byk godaan & cobaan dr bbrp pihak bahkan dr diri sendiri.

    Alhamdulillah hari demi hari aku mulai confident. bener, kita hrs tau dulu ilmu nya. hrs terus di asah keimanannya. saking ‘kurang-nya’ aku, awal dulu jilbab ku tak menutup dada, jilbab pendek bahkan ku masukan ke dlm leher baju. msh malu utk pakai yg lewat dada. tapi lagi lagi… Alhamdulillah…aku insya Allah makin nyaman dg jilbab yg menutup dada, bahkan bajuku lbh byk yg panjang2. saat ini sekali2 krn suatu sebab aku terpaksa pakai jilbab pendek lg tp sangat mengganggu ku…terbalik, kini aku tak nyaman dg jilbab pendek itu. ternyata aku berubah ya….

    faktor terbesar adalah ‘bundakey’. thanks ya bun utk jilbab2 n semua hasil karya nya. ya walau jadi sedikit ‘boros’ krn pgn beli dr RJ terus dan terus :p tapi Alhamdulillah mulai dr sini aku sangat yakin dg pilihanku. thanks to Allah SWT too. moga aku tetap kuat.

    wassalammualaikum wr wb…

  2. BundaKey  

    21 May 2008 - 1:51 am

    Assalammualaikum ….

    Bunda baca komentar kamu ini, bener2 terharu banget, Subhanallah, Rumah Jilbab sudah bisa membuat muslimah untuk “HIJRAH” … bunda hanya berharap InsyaAllah dengan adanya Rumah Jilbab ini bunda dan pelanggan bisa saling mengingatkan … mengingatkan untuk selalu menjadi muslimah yang baik untuk menuju ke SURGA NYA kelak … amiin.

    Alhamdulillah Jaza Killahu Khoiro

    I love you …

    Wass,
    bundakey

  3. fan RJ  

    22 May 2008 - 12:09 am

    Amin. Terima kasih bunda. I love you too, in the name of Allah. Wish you n family all the best. Moga slalu dilindungi Allah SWT, amin.

  4. indi  

    27 May 2008 - 1:09 pm

    puisi ini membuatku tertohok… Astaqfirullah, ada perasaan menyesal mengapa aku baru 8 bln terakhir ini baru memutuskan untuk berjilbab. tetapi terbersit juga perasaan bangga akhirnya aku bisa berjilbab. Ibundaku tercinta pun sampai terheran2 dgn keputusanku ini, mengingat aku dulu yang sangat sangat sangat tidak layak disebut anakyang sholihah. aaah… itu sudah masa laluku! mungkin saja suami tercinta juga hampir habis kesabarannya menunggu kapan tiba masanya aku berjilbab karena sekitar 1,5 tahun sebelumnya aku sudah mengoleksi baju2 berlengan panjang. atau mungkin saja suamiku sedikit naik darah melihat kelakuanku 2 minggu sebelum aku berjilbab. waktu itu kami berlibur ke Bali, aku yang biasanya memakai celana panjang dan jaket tapi kali ini aku malah asyik ber-U can see plus celana pendek… andai dia tau waktu itu aku ingin berpuas2 (maaf) “telanjang” agar aku tidak akan tergoda lagi bila aku sudah berjilbab. Insya Allah. Hingga tiba lah waktu yang menurutku sangat tepat untuk memulai hidupku yang baru. 1 Syawal 1428 H adalah pilihanku…. Subhanallah, setelah berjilbab begitu banyak nikmat yang aku peroleh termasuk surprise dari suamiku tercinta yaitu umroh di bulan Maret kemarin. Dan Alhamdulillah sampai sekarang aku tetkap berejilbab, Insya Allah hingga akhir nafasku…. Amin ya rabbal alamin.

  5. fan RJ  

    28 May 2008 - 1:40 am

    Amin. Assalamualaikum Indi. Salam kenal :)

Nama *

Email *

Website

Komentar

* harus diisi